Taman Nasional Bali Barat

http://www.balijayatrans.com/2015/04/taman-nasional-bali-barat.html
Taman Nasional Bali Barat berlokasi di pulau Bali bagian barat laut yang berada di kecamatan Melaya wilayah kabupaten Jembrana dan di kecamatan Gerokgak wilayah kabupaten Buleleng. Taman ini merupakan hamparan kawasan hijau sepanjang jalan raya yang menghubungkan Denpasar-Singaraja-Gilimanuk. Taman Nasional Bali Barat juga merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli dengan luas seluruh arealnya mencapai sekitar 19.002 hektar yang terdiri dari areal daratan seluas 15.587 hektar dan areal perairannya seluas 3.415 hektar. Untuk menuju kawasan taman nasional ini dapat melalui dua pintu gerbang yaitu Gilimanuk yang merupakan pintu gerbang untuk Bali bagian barat dan jaraknya sekitar 200 km dari Denpasar. Sedangkan jalur utama memasuki kawasan taman ini adalah pada pertigaan Cekik dari arah Singaraja yang telah ditata dengan pola Nawasanga Liniar.

Taman Nasional Bali Barat merupakan bentang alam (landscape) yang dijadikan kawasan perlindungan dan pelestarian alam baik ditinjau dari segi margasatwa maupun tumbuh-tumbuhan beserta dengan ekosistemnya. Taman ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat luar biasa. Satwa-satwa yang terdapat di kawasan ini yaitu burung jalak bali (leucopsar rothchildi) yang hanya ada di Bali, banteng (bos javanicus), kijang (muntiacus muntjak), kancil (tragulus javanicus), menjangan (cervus timorensis), kucing liar (felis bengalensis), kera abu-abu (macaca fasicularis), dan kera hitam (presbytes criscata), serta berbagai jenis reptil dan burung-burung. Untuk jenis flora antara lain sawo kecik (manilkara kauki), sono keling (dalbergia latifolia), bayur (pterospermum diversifolium), dan cendana (santalum album). Sedangkan kekayaan bawah lautnya terdapat berbagai jenis terumbu karang yang sangat bervariasi. Berdasarkan data tahun 1998, menunjukkan adanya 110 spesies karang dalam 18 familia, termasuk 22 jenis spesies karang jamur (mushroom coral), dan ditemukan 226 jenis ikan karang.

Taman Nasional Bali Barat merupakan kawasan yang dilindungi oleh pemerintah sehingga setiap pengunjung yang ingin masuk taman ini harus mendapat izin terlebih dulu. Taman ini memiliki beberapa zona yaitu Zona Inti yang tidak memperbolehkan adanya aktivitas apapun kecuali untuk keperluan penelitian. Kedua adalah Zona Rimba yang merupakan penyangga dari Zona Inti. Di zona ini dapat dilakukan kegiatan wisata alam yang terbatas. Ketiga adalah Zona Pemanfaatan Intensif, yaitu wilayah yang memperbolehkan adanya pembangunan sarana dan prasarana wisata alam dan penggunaan lain yang menunjang fungsi konservasi. Dan terakhir Zona Pemanfaatan Budaya yang diperbolehkan untuk pemanfaatan bagi kepentingan budaya atau religi. Zona ini berada di Pulau Menjangan, Teluk Terima, Prapat Agung, Bakungan, dan Klatakan. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di Taman Nasional Bali Barat antara lain diving, trekking, birdwatching, dan lain-lain.

Kawasan Taman Nasional Bali Barat dahulunya ditetapkan sebagai Natuurpark yang kemudian dikenal dengan nama Taman Pelindung Alam Bali berdasarkan Keputusan Dewan Raja-Raja di Bali tanggal 13 Agustus 1947. Alasan dari keputusan tersebut untuk melindungi binatang-binatang dan keindahan alam (natuurschonn) yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada tahun 1970 Taman Pelindung Alam Bali pengelolaannya diawasi oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Dinas Kehutanan dan berubah nama menjadi Taman Nasional Bali Barat.
Back To Top